Label thermal merupakan pilihan utama untuk mencetak resi pengiriman dan barcode produk karena prosesnya yang cepat tanpa memerlukan tinta tambahan. Namun, kertas yang sensitif terhadap duhu ini menuntut perlakuan khusus agar lapisannya tidak mudah rusak sebelum digunakan. Banyak pemilik toko online yang mencari tips untuk menyimpan label thermal.
Banyak pemilik toko online sering kali mengeluhkan tulisan pada resi pengiriman yang mendadak pudar, buram, atau bahkan kertas yang berubah warna menjadi hitam legam saat baru keluar dari penyimpanan. Hal ini bisa terjadi karena paparan lingkungan yang tidak ideal, seperti ruangan yang terlalu lembap atau terkena cahaya matahari langsung.
Membiarkan gulungan label thermal menumpuk begitu saja tanpa perlindungan murni akan memicu kerugian finansial akibat banyaknya produk cacat yang terbuang sia-sia. Dalam artikel ini akan memberikan berbagai tips untuk menyimpan label thermal agar lebih awet dan tahan lama.
Faktor yang Pengaruhi Kualitas Label Thermal
Berikut ini berbagai faktor-faktor yang menyebabkan penurunan struktur fisik lapisan label thermal.
1. Panas
Label thermal dirancang untuk bereaksi terhadap panas. Ketika terkena suhu yang terlalu panas, lapisan kertas akan berubah warna. Label thermal juga dapat mengalami noda atau perubahan warna yang tidak diinginkan jika disimpan di dekat panas seperti radiator atau sinar matahari langsung.
Label thermal yang tersimpan di ruangan dengan suhu di bawah 60°C secara berkepanjangan dapat menyebabkan penurunan kualitas. Hal ini bisa menyebabkan hasil cetakan gelap atau memudar secara bertahap.
2. Lampu
Lampu neon juga bisa membuat label thermal perlahan memudar dan mengubah warna. Dalam beberapa tahun, paparan ini dapat menyebabkan pemudaran yang signifikan, sehingga dokumen menjadi tidak terbaca. Meskipun intensitasnya lebih rendah daripada sinar matahari, pencahayaan dalam ruangan yang terus-menerus dapat memengaruhi warna kertas.
3. Kelembapan dan Uap Air
Label thermal sensitif terhadap kelembapan tinggi. Ini bisa menyebabkan kertas menyerap air yang mengakibatkan kertas akan melengkung, luntur, atau menghitam. Paparan langsung terhadap air atau cairan lain juga menyebabkan kerusakan seketika.
4. Paparan Bahan Kimia
Bahan kimia yang terdapat dalam plastik, pembungkus plastik, perekat, kertas karbon, dan cairan pembersih dapat bereaksi dengan lapisan pada label thermal. Reaksi ini bisa menyebabkan lapisan menjadi lunak, lengket, atau berubah warna yang mengakibatkan noda, hingga membuat label tidak dapat digunakan.
Oleh karena itu sangat penting untuk menyimpan label thermal jauh dari bahan kimia ini. Selain itu juga bisa menyimpan label thermal di dalam wadah yang terbuat dari polietilen atau polipropilen.
Tips Menyimpan Label Thermal yang Tepat
Untuk memastikan label thermal tetap dalam kondisi baik dan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama, ikuti berbagai tips menyimpan yang tepat berikut ini.
1. Simpan dalam Kemasan Asli
Label thermal yang belum digunakan untuk mencetak gambar dan tulisan harus tetap dalam kemasan aslinya. Mencampur berbagai jenis kertas termal dapat memengaruhi lapisan satu sama lain, sehingga menyebabkan kerusakan. Selain itu, selalu gunakan kertas lama sebelum kertas baru untuk memastikan lapisan termal tidak rusak.
2. Kontrol Suhu
Tips menyimpan label thermal berikutnya yaitu dengan meletakkannya di lingkungan yang sejuk, idealnya antara 15°C hingga 25°C. Hindari meletakkannya di dekat sumber panas seperti radiator, pemanas, atau sinar matahari langsung. Paparan suhu sekitar 60°C atau lebih tinggi menyebabkan aktivasi termal, yang dapat menggelapkan seluruh kertas atau menciptakan bintik-bintik gelap.
Jika label termal dibiarkan di dekat sumber panas langsung selama beberapa jam, tidak dapat digunakan untuk mencetak. Selain itu fluktuasi suhu juga bisa merusak label thermal yaitu menyebabkan pemudaran, penggelapan, atau pengaburan akibat aktivitas berulang lapisan kimianya.
3. Atur Kelembapan Ruangan
Kelembapan tinggi dapat menyebabkan kertas menyerap air, yang mengakibatkan kertas melengkung, luntur, atau penurunan kualitas cetak. Pastikan area penyimpanan kering. Gunakan wadah atau kemasan penyimpanan tahan lembap untuk mencegah paparan kelembapan
Di daerah dengan kelembapan tinggi, pertimbangkan untuk menggunakan kemasan pengering. Bisa juga dengan bahan penyerap kelembapan untuk menjaga tingkat kelembapan optimal di dalam wadah penyimpanan. Pengering kalsium klorida bisa untuk kondisi kelembapan tinggi, dan saringan molekuler untuk penyimpanan jangka panjang.
4. Lindungi dari Paparan Cahaya
Simpan label termal di tempat gelap untuk melindunginya dari sinar UV, yang dapat menyebabkan pemudaran atau penggelapan. Lemari arsip atau kotak sangat ideal untuk tujuan ini. Jika menyimpan kertas termal di area yang terang bisa menggunakan penutup penghalang sinar UV untuk meminimalkan paparan cahaya.
5. Mencegah Paparan Bahan Kimia
Jauhkan label termal dari plastik lunak, PVC, map plastik, dan produk vinil. Bahan-bahan ini dapat melepaskan zat pelunak yang dapat berpindah ke lapisan termal. Hal ini tentu akan menyebabkan lapisan tersebut menjadi lengket atau berubah warna.
Selain itu, juga harus menghindari dari kontak dengan perekat seperti selotip, stiker, dan beberapa bahan kemasan dengan perekat dapat memindahkan bahan kimia ke label termal, menyebabkan penggelapan atau pengaburan. Jauhkan label termal dari bahan-bahan tersebut.
6. Gunakan Kemasan Pelindung
Simpan label termal dalam wadah pelindung untuk bahan sensitif. Ini membantu mencegah debu, kotoran, dan paparan tak sengaja terhadap unsur-unsur yang merusak. Saat menyimpan gulungan label thermal, hindari menumpuknya terlalu tinggi. Ini mencegah gulungan hancur atau berubah bentuk, yang dapat memengaruhi kualitas cetak.