Bentuk dan kerapian amplop bisa menentukan nasib lamaran kerja, apakah akan lanjut atau berakhir di tumpukan berkas lainnya. Amplop bukan sekadar pembungkus, ia merupakan instrumen pemasaran diri, oleh karena itu jangan sampai salah pilih amplop. Amplop yang tepat menunjukkan bahwa Anda memiliki perhatian terhadap detail kecil.
Banyak pelamar kerja yang menghabiskan waktu berhari-hari untuk menyempurnakan daftar riwayat hidup (CV) dan melatih wawancara. Namun, terkadang mereka melupakan hal kecil seperti amplop lamaran kerja. Padahal salah pilih amplop bisa memberikan dampak yang besar terhadap kelanjutan lamaran kerja.
Artikel ini akan memberikan pembahasan yang lebih mendalam mengenai berbagai jenis amplop lamaran kerja. Dengan mengetahui berbagai jenis amplop lamaran kerja, Anda tidak akan salah pilih amplop lagi.
Jangan Salah Pilih Amplop Lamaran Kerja!
Memilih amplop bukan sekadar fungsinya melainkan menjaga citra diri sebagai kandidat yang cocok untuk posisi yang sedang dilamar. Amplop lamaran menjadi wajah pertama dari dokumen lamaran kerja. Sebelum HRD membaca berkas lamaran kerja, yang pertama kali mereka lihat adalah amplopnya.
Berikut ini tiga jenis amplop yang paling banyak untuk melamar kerja di Indonesia.
1. Amplop Coklat
Amplop coklat merupakan yang paling umum untuk melamar kerja di Indonesia. Banyak kandidat yang menggunakan amplop ini mengirimkan berkas lamaran mereka. Amplop coklat juga menjadi standar umum sebagai amplop untuk melamar kerja.
Banyak pelamar kerja memilih amplop ini karena dapat memuat seluruh dokumen lamaran tanpa perlu melipatnya. Sehingga berkas akan terlihat lebih rapi dan profesional. Amplop ini biasanya memiliki bahan yang cukup tebal sehingga mampu menjaga dokumen tetap dalam kondisi baik selama proses pengiriman.
2. Amplop Putih
Selain amplop coklat amplop putih kabinet juga sering digunakan untuk mengirimkan berkas lamaran pekerjaan. Amplop jenis ini umumnya untuk mengirim surat resmi di berbagai perusahaan maupun pemerintahan. Tetapi banyak juga pelamar kerja yang menggunakan amplop ini untuk mengirim surat lamaran.
Amplop jenis ini lebih cocok untuk mengirim dokumen tambahan atau sebagai pelengkap dalam proses rekrutmen. Namun kurang direkomendasikan sebagai amplop utama dengan berkas lamaran yang banyak. Berkas lamaran yang banyak dengan amplop kabinet yang kecil akan memberikan kesan tidak formal dan kurang profesional.
3. Amplop Bermotif atau Warna-Warni
Amplop jenis ini tidak banyak digunakan untuk mengirimkan lamaran pekerjaan. Jenis amplop ini biasanya untuk melamar di industri kreatif yang mengutamakan sisi estetika. Amplop ini mencerminkan kreativitas tetapi juga bisa dianggap tidak profesional jika untuk melamar pekerjaan di luar bidang kreatif.
Umumnya amplop ini hanya digunakan ketika perusahaan meminta kandidat mengirimkan berkas lamaran dengan ketentuan khusus. Misalnya desain grafis, iklan, atau seni visual. Amplop dengan desain khusus seperti akan menjadi nilai tambah ketika Anda mengirim lamaran untuk posisi kreatif.
Menulis Informasi di Amplop Lamaran Kerja
Kesalahan yang paling fatal biasanya pemalar menulis keterangan di amplop secara asal-asalan. Misalnya menggunakan pulpen yang tintanya meluber. Berikut ini standar penulisan di amplop lamaran kerja yang benar.
1. Bagian Pojok Kanan Atas
Tuliskan kode posisi jabatan atau nama posisi secara jelas dengan huruf kapital. Hal ini akan memudahkan staf administrasi dalam menyortir berkas Anda ke departemen yang tepat. Contoh: Posisi: Content Writer & SEO Specialist.
2. Bagian Pojok Kiri Atas
Bagian ini biasanya untuk identitas pengirim. Tuliskan nama lengkap beserta gelar jika relevan, alamat domisili saat ini, nomor telepon yang aktif, dan alamat email profesional.
3. Bagian Pojok Kanan Bawah
Pada bagian ini biasanya untuk menuliskan nama lengkap perusahaan, departemen tujuan (biasanya HRD atau recruitment), dan alamat lengkap kantor. Selain itu, jangan lupa sertakan kota dan kode pos.
Kesalahan yang Harus Anda Hindari
Banyak pelamar yang gagal bukan karena kualifikasi mereka rendah, tetapi karena keteledoran pada kemasan lamaran mereka. Hindari hal-hal berikut ini.
1. Menggunakan Amplop Bekas
Meskipun Anda ingin berhemat, jangan pernah menggunakan amplop bekas yang alamat sebelumnya hanya dicoret-coret atau ditutup tip-ex. Hal ini akan menunjukkan Anda tidak serius.
2. Tulisan Tangan yang Tidak Terbaca
Apabila tulisan tangan Anda kurang rapi sebaiknya mencetak alamat tujuan dan pengirim di selembar kertas. Lalu bisa menempelkannya dengan rapi menggunakan lem kertas bukan isolasi plastik yang mengkilap.
3. Lem yang Berlebihan
Jangan menutup amplop dengan lem cair yang berlebihan hingga merembes ke dalam dan merusak dokumen. Gunakan double tape atau perekat bawaan amplop.