Beranda » Artikel » Rekomendasi Amplop Lamaran Kerja Dijamin Bikin HRD Tertarik

Rekomendasi Amplop Lamaran Kerja Dijamin Bikin HRD Tertarik

Melamar kerja bukan hanya soal menyusun CV dan surat lamaran yang baik, tetapi juga harus memperhatikan hal-hal kecil yang sering terabaikan seperti amplop lamaran kerja. Meski terlihat sepele, namun pemilihan amplop yang tepat bisa memberikan kesan profesional.

Amplop lamaran kerja menjadi elemen penting dalam proses melamar pekerjaan secara offline. Meskipun saat ini banyak perusahaan membuka lowongan secara online, banyak perusahaan masih memberlakukan pengiriman berkas lamaran melalui amplop fisik

Sebelum membaca surat lamaran kerja, HRD tentunya akan melihat amplopnya terlebih dahulu. Apabila tidak rapi, salah format, atau terlihat asal-asalan bisa mencerminkan ketidakseriusan atau kurangnya perhatian terhadap detail. 

Dampak Kesalahan Amplop Lamaran Kerja

Kesalahan memilih amplop dapat menyebabkan HRD tidak membuka surat lamaran, atau bahkan lebih buruk lagi, hal tersebut menghambat surat sampai ke tangan mereka. Pemilihan amplop yang buruk tersebut bisa menjadi penilaian negatif terhadap profesionalisme pelamar. Bahkan, bisa kehilangan peluang untuk bekerja.

Dalam memilih amplop bukan sekadar fungsi, tetapi juga citra diri sebagai kandidat profesional. Pemilihan amplop yang tepat menentukan apakah HRD akan membaca atau mengabaikan surat lamaran kerja kita. Amplop tersebut menjadi wajah pertama dari dokumen lamaran kerja.

Rekomendasi Amplop Lamaran Kerja

  1. Amplop Coklat Folio

Pelamar kerja di Indonesia paling sering menggunakan amplop cokelat karena tingkat kepopulerannya yang tinggi. Amplop ini sangat memudahkan pelamar memasukkan seluruh dokumen tanpa perlu melipatnya. Sehingga dokumen akan terlihat lebih rapi dan profesional.

Amplop ini memiliki bahan yang cukup tebal sehingga mampu menjaga amplop tetap dalam kondisi baik saat proses pengiriman. Biasayanya pelamar menyertakan detail identitas diri dan posisi jabatan pada sisi depan amplop untuk memudahkan proses sortir.

  1. Amplop Putih Biasa

Pelamar kerja sering menggunakan amplop putih, baik untuk mengirim lamaran maupun untuk urusan surat-menyurat yang sifatnya lebih santai. Amplop jenis ini cocok untuk mengirimkan dokumen dalam jumlah sedikit seperti CV dan Surat lamaran saja.

Selain itu, perusahaan atau pelamar biasanya menggunakan amplop putih untuk mengirim dokumen tambahan atau sebagai pelengkap rekrutmen. Namun jika dokumen yang akan dikirimkan dalam jumlah banyak sebaiknya menggunakan amplop berukuran besar. 

Pelamar biasanya menggunakan amplop putih tipe 90 (110 x 230 mm) karena ukuran panjangnya cukup untuk memuat kertas A4 yang terlipat tiga. Amplop 90 gsm dari J-Plus sangat cocok untuk mengirim dokumen lamaran pekerjaan karena tebal dengan sistem perekat yang kuat.

  1. Amplop Warna-Warni (Map Warna)

Banyak pelamar yang menggunakan amplop atau map warna untuk mengirimkan lamaran pekerjaan. Terkadang perusahaan juga memberikan standar warna tertentu. Hal ini untuk memudahkan pemilahan berkas lamaran dari para pelamar.

Amplop berwarna sebenarnya juga sebuah strategi branding visual yang tujuannya bukan sekadar gaya-gayaan tetapi ada alasannya sendiri. Bayangkan di meja HRD ada banyak tumpukan amplop cokelat yang seragam. Bisa jadi berkas dengan amplop warna dilirik terlebih dahulu.

Namun, kamu harus mempertimbangkan penggunaan amplop atau map warna ini dengan matang, terutama terkait keamanan dokumen dan profil perusahaan tujuan. Tidak semua perusahaan suka dengan berkas lamaran dalam map.

Kesalahan yang Harus Dihindari

  1. Menggunakan Bahasa yang Tidak Formal

Pelamar harus menghindari penulisan teks dengan ejaan tidak baku atau penggunaan bahasa tidak formal seperti singkatan kata. Pelamar tetap boleh menggunakan singkatan pada ejaan yang baku seperti ‘Yth.’ maupun yang sudah lumrah pada surat resmi seperti ‘Jl.’ atau ‘Jln.’

  1. Tulisan Sulit Dibaca

Kesalahan berikutnya dalam amplop lamaran kerja adalah menulis dengan font yang kurang profesional atau gaya tulisan tangan yang tidak konsisten dan sulit untuk dibaca. Hindari menulis dengan tergesa-gesa karena berisiko membuat tulisan terlihat kurang rapi.

  1. Informasi yang Cukup

Amplop lamaran kerja yang terlalu banyak teks atau ukuran teksnya yang terlalu besar akan terlihat kurang profesional, begitu juga sebaliknya. Jangan sampai surat lamaran terlalu kosong dan melupakan detail penting seperti alamat lengkap perusahaan atau data diri Anda.

  1. Kesalahan Penulisan

Ini merupakan kesalahan yang sangat fatal yang membuat HRD berpikir Anda seorang pribadi yang kurang teliti. Hindari kesalahan penulisan pada seluruh informasi yang ditulis. Bila terlanjur salah, sebaiknya membuat yang baru.

  1. Urutan Berkas yang Kurang Tepat

Terkadang perusahaan sudah memiliki aturan terkait penyusunan berkas lamaran. Sebaiknya ikuti aturan yang sudah ditentukan perusahaan agar mempermudah rekruter saat memeriksa kelengkapan dokumen satu per satu.

Solusi kertas terpercaya untuk anda

Alamat