Berbagai bisnis menggunakan kertas thermal paper untuk kebutuhan cetak seperti struk kasir, transaksi EDC, hingga bukti pembayaran. Kertas ini bekerja menggunakan teknologi panas dari printer thermal sehingga tidak memerlukan tinta. Oleh karena itu, thermal paper menjadi solusi yang praktis, cepat, dan efisien.
Namun, agar proses pencetakan berjalan lancar, pemilihan ukuran kertas thermal sangat penting. Jika ukuran tidak sesuai dengan printer, hasil cetakan bisa terpotong atau bahkan menyebabkan kertas macet. Untuk itu, penting bagi pelaku usaha memahami ukuran thermal paper yang umum digunakan dan mudah untuk diprint. Berikut 5 ukuran kertas thermal paper yang paling praktis untuk berbagai kebutuhan bisnis.
1. Thermal Paper 57×50 mm
Pelaku usaha biasanya menggunakan thermal paper ukuran 57×50 mm untuk mesin kasir kecil dan mesin EDC. Kertas ini memiliki lebar 57 mm dengan diameter roll 50 mm, sehingga cukup praktis untuk penggunaan sehari-hari. Selain itu, ukuran ini sangat cocok untuk UMKM seperti kedai kopi, toko kecil, atau usaha kuliner. Ukuran standar pada thermal paper 57×50 membuat proses cetak menjadi lebih mudah dan kompatibel dengan berbagai printer thermal portable.
2. Thermal Paper 57×40 mm
Selanjutnya, ukuran 57×40 mm memiliki diameter yang lebih kecil dibandingkan 57×50 mm. Pelaku usaha biasanya menggunakan ukuran ini pada perangkat kasir portable atau mesin pembayaran yang lebih ringkas. Karena ukurannya lebih kecil, kertas ini terasa lebih ringan dan mudah dibawa, sehingga cocok untuk bisnis mobile seperti delivery atau usaha lapangan. Namun, Anda perlu mengganti kertas ini lebih sering karena panjang roll-nya lebih pendek. Meskipun begitu, proses pencetakan tetap mudah karena ukuran ini juga termasuk standar pada printer thermal kecil.

3. Thermal Paper 57×30 mm
Ukuran 57×30 mm menjadi ukuran paling kecil dalam seri 57 mm. Pelaku usaha biasanya menggunakan kertas ini pada mesin EDC atau printer mini yang memiliki kapasitas terbatas. Dengan ukuran yang sangat compact, thermal paper ini sangat praktis untuk penggunaan yang tidak membutuhkan banyak cetakan. Sebagai contoh, pelaku usaha menggunakan ukuran ini untuk transaksi sederhana atau bukti pembayaran singkat. Meskipun kecil, Anda tetap dapat mencetaknya dengan mudah selama sesuai dengan spesifikasi printer yang digunakan.
4. Thermal Paper 80×50 mm
Ukuran 80×50 mm memiliki lebar 80 mm dengan diameter roll yang lebih kecil dibandingkan 80×80 mm. Pelaku usaha dapat menggunakan kertas ini pada printer kasir yang membutuhkan tampilan struk lebih lebar namun tetap hemat ruang. Dengan lebar 80 mm, Anda dapat mencetak informasi transaksi secara lebih lengkap dan mudah dibaca. Selain itu, ukuran ini juga cocok untuk bisnis retail atau restoran dengan volume transaksi sedang. Thermal paper 80×50 memiliki ukuran standar sehingga Anda dapat mencetaknya dengan mudah di berbagai printer POS.

5. Thermal Paper 80×80 mm
Terakhir, ukuran 80×80 mm merupakan ukuran thermal paper yang paling umum digunakan di berbagai bisnis besar seperti minimarket, supermarket, dan restoran. Dengan diameter roll yang lebih besar, kertas ini dapat digunakan lebih lama sehingga tidak perlu sering mengganti roll. Selain itu, lebar 80 mm memungkinkan pencetakan informasi yang lebih detail, seperti daftar produk, harga, diskon, hingga total pembayaran. Karena menjadi ukuran paling populer, pelaku usaha dapat dengan mudah menemukan thermal paper 80×80 dan menggunakannya pada hampir semua printer kasir.
Tips Memilih Ukuran Thermal Paper yang Tepat
Agar proses cetak berjalan lancar, pelaku usaha perlu memperhatikan beberapa hal saat memilih thermal paper. Pertama, pelaku usaha perlu memilih ukuran kertas thermal yang sesuai dengan printer agar proses cetak berjalan lancar. Setiap printer memiliki spesifikasi ukuran yang berbeda, sehingga penting untuk mengeceknya terlebih dahulu. Kedua, sesuaikan ukuran dengan kebutuhan bisnis. Jika membutuhkan struk sederhana, ukuran 57mm sudah cukup. Namun, jika Anda membutuhkan informasi yang lebih detail, sebaiknya gunakan thermal paper dengan lebar 80 mm.

Selain itu, perhatikan diameter roll agar sesuai dengan kapasitas printer. Jika terlalu besar, kertas tidak akan muat. Sebaliknya, jika terlalu kecil, kertas akan cepat habis. Terakhir, gunakan thermal paper berkualitas agar hasil cetakan lebih jelas dan tidak mudah pudar.
Thermal paper menyediakan berbagai ukuran yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Beberapa ukuran yang paling praktis untuk pencetakan adalah 57×50 mm, 57×40 mm, 57×30 mm, 80×50 mm, dan 80×80 mm. Dengan memilih ukuran yang tepat, proses print akan menjadi lebih lancar, hasil cetakan lebih rapi, dan operasional bisnis dapat berjalan lebih efisien. Oleh karena itu, pelaku usaha harus menyesuaikan ukuran thermal paper dengan kebutuhan agar proses cetak tidak mengalami hambatan.
