Banyak pencari kerja yang menghabiskan waktu berhari-hari untuk memoles CV agar terlihat sempurna dan menyusun surat lamaran yang menyentuh hati. Namun, mereka mengabaikan dan sering membuat kesalahan saat mengirim amplop lamaran kerja. Saat ini mengirim berkas fisik masih menjadi standar di banyak perusahaan.
HRD biasanya hanya membutuhkan waktu hitungan detik untuk menilai profesionalisme seseorang dari tampilan fisik dokumen yang mereka terima. Amplop yang kotor, tulisan yang tidak terbaca, atau informasi yang tidak lengkap secara tidak sadar memberikan sinyal bahwa si pelamar adalah sosok yang kurang teliti dan tidak menghargai detail.
Menghindar kesalahan saat mengirim amplop lamaran kerja bukan sekadar masalah estetika. Melainkan membangun first impression yang kuat. Artikel ini akan mengulas berbagai kesalahan fata yang dilakukan oleh pelamar kerja saat mengirimkan berkas lamaranya.
Baca juga artikel Hal Penting yang Harus Ada di Amplop Lamaran Kerja untuk mengetahui apa saja yang wajib ada di amplop lamaran kerja dan berkas apa saja yang tidak perlu dilampirkan.
6 Kesalahan Mengirim Amplop Lamaran
Banyak pelamar kerja yang tanpa sengaja melakukan kesalahan-kesalahan berikut ini. Meskipun terlihat sepele, kesalahan ini dapat memengaruhi hasil rekrutmen.
1. Mengabaikan Instruksi Perusahaan
Kesalahan dalam mengirim amplop lamaran kerja yang masih sering terjadi yaitu banyak pelamar yang tidak membaca instruksi yang tercantum dalam pengumuman lowongan kerja. Hal ini bisa menjadi penghalang besar untuk berkas lamaran diterima oleh HRD.
Umumnya perusahaan sudah memberikan arahan mengenai bagaimana mereka ingin menerima berkas lamaran. Biasanya sudah ada ketentuan-ketentuan dalam mengirimkan lamaran pekerjaan. Jika pelamar mengabaikan instruksi tersebut, dapat menimbulkan kesan ketidakseriusan pada posisi pekerjaan yang mereka lamar.
2. Surat Lamaran dan CV Tidak Sesuai
Terkadang pelamar mengirimkan surat lamaran dan CV secara massal untuk kemudahan dan kecepatan. Padahal ini tidak bagus untuk proses rekrutmen yang profesional. Mengirimkan berkas lamaran yang bersifat umum tanpa menyesuaikan dengan posisi yang dilamar adalah kesalahan besar.
Sebelum mengirim amplop lamaran kerja, pastikan untuk menyesuaikan surat lamaran dan Curriculum Vitae (CV) sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi yang perusahaan minta. Dengan begitu akan menunjukkan keseriusan Anda dengan posisi yang perusahaan buka.
3. Tidak Memeriksa Ejaan dan Tata Bahasa
Tata bahasa dan Ejaan dalam amplop lamaran kerja juga sangat penting. Kesalahan dalam penulisan dapat memberikan kesan kurang profesional. Sebelum mengirim berkas lamaran, pastikan untuk memeriksanya dengan teliti.
Kesalahan penulisan berkas lamaran bisa menjadi nilai minus. Sebaiknya menggunakan Bahasa Indonesia sesuai kaidah agar terlihat lebih profesional jika tidak ada instruksi menggunakan bahasa Inggris. Jika masih tidak yakin, mintalah bantuan profesional untuk memeriksa berkas lamaran Anda.
4. Lupa Mencantumkan Posisi
Kesalahan umum yang sering terjadi yaitu pelamar lupa mencantumkan posisi yang mereka lamar. Padahal ini adalah hal yang tidak boleh terlewatkan dan wajib ada di amplop maupun di surat lamaran kerja.
Ketika tidak menuliskan posisi yang Anda lamar dapat membuat HRD bingung. Hal ini bisa berujung pada lamaran Anda yang sia-sia dan tidak akan diproses lebih lanjut. HRD lebih menyukai berkas lamaran yang lengkap dengan detail-detail kecil yang tidak terlewat.
5. Identitas Tidak Lengkap
Data pengirim atau pelamar saat mengirim lamaran kerja harus lengkap dan detail. Lupa mencantumkan nama dan nomor telepon sendiri akan menyulitkan HRD menghubungi Anda. Ini bisa mengakibatkan lamaran tidak diproses lebih lanjut.
Pastikan informasi kontak seperti alamat email, nomor telepon, atau alamat rumah jelas tercantum dalam berkas lamaran. Jika perusahaan ingin menghubungi untuk wawancara, mereka dengan mudah menemukan informasi yang diperlukan.
7. Amplop Kotor dan Kusut
Menggunakan amplop yang kotor dan kusut juga akan memberikan kesan tidak profesional dan tidak serius. HRD akan menganggap Anda hanya bercanda dengan lamaran pekerjaan yang Anda kirim.
Selain itu juga perlu memperhatikan amplop lamaran kerja dapat memuat semua berkas lamaran. Sebaiknya pilih amplop yang memiliki ukuran yang sesuai dengan ukuran berkas lamaran yang akan Anda kirimkan.