Beranda » Artikel » Perbedaan Utama Label Thermal dan Label Kertas Berlapis

Perbedaan Utama Label Thermal dan Label Kertas Berlapis

Label berperekat seperti label thermal dan kertas berlapis memiliki banyak kegunaan dalam berbagai industri. Jenis label ini memiliki banyak kelebihan seperti tidak memerlukan lem, tidak berantakan, dan menghemat waktu yang signifikan selama proses pelabelan.

Memilih jenis label yang tepat juga merupakan langkah dalam operasional bisnis. Baik untuk manajemen logistik, pelabelan produk retail, maupun kebutuhan inventaris kantor. Saat ini jensi yang paling umum di pasaran adalah label thermal dan label kertas berlapis (coated paper/semicoted).

Meskipun keduanya sekilas tampak serupa, mekanisme kerja dan ketahanannya sangatlah berbeda. Artikel ini akan memberikan pembahasan mendalam mengenai perbedaan utama dari keduanya.

Apa Itu Label Thermal?

Perbedaan Utama Label Thermal dan Label Kertas Berlapis

Label thermal merupakan label yang terbuat dari jenis kertas Thermal. Jenis labeh bekerja dengan teknologi direct thermal. Kertas ini memiliki lapisan kimia khusus yang sensitif terhadap panas. Karena sifat thermalnya, label ini hanya dapat dicetak menggunakan printer khusus yaitu printer thermal.

Saat kepala cetak printer thermal (print head) memanas, lapisan kimia ini bereaksi dan berubah warna menjadi hitam, membentuk teks atau gambar. Proses mencetak label jenis ini  tidak memerlukan tinta, pita (ribbon), atau toner. Hal inilah yang membuat jenis kertas label ini sangat populer untuk kebutuhan cepat seperti cetak resi pengiriman e-commerce

Apa Itu Label Kertas Berlapis

Label kertas berlapis merupakan bahan yang populer untuk printer kode batang. Jenis ini banyak untuk penggunaan di supermarket, manajemen inventaris, label gantung pakaian, dan jalur produksi industri. Label kertas berlapis umumnya untuk kebutuhan promosi dan pencetakan warna semi-kilap dalam lingkungan industri. 

Label kertas berlapis umumnya untuk penggunaan label kosmetik, farmasi, dan label industri makanan. Anda bisa mengaplikasikan jenis label ini pada sebagian besar permukaan datar dan lengkung sederhana termasuk karton dan film plastik.

Perbedaan Label Thermal dan Label Kertas Berlapis

Perbedaan Utama Label Thermal dan Label Kertas Berlapis

Berikut ini perbedaan utama antara kedua jenis label tersebut.

1. Waktu Penyimpanan

Dalam hal waktu penyimpanan, label kertas berlapis lebih unggul karena bisa bertahan lebih lama yaitu sekitar 2 tahun. Sementara jenis thermal memiliki umur yang jauh lebih pendek, biasanya sekitar setengah tahun karena sifat bawaannya. 

Oleh karena itu jika ingin memiliki label, pastikan sesuai berdasarkan masa pakai atau simpan produk. Misalnya kertas thermal lebih cocok untuk resi paket untuk pengiriman yang tidak terlalu lama atau untuk kemasan roti yang memiliki masa simpan hanya beberapa hari.

Namun, jika produk Anda memiliki masa simpan masa pakai lama, label kertas berlapis lebih cocok. Misalnya produk yang berada dalam kotak dan perlu waktu simpan lebih dari setahun, seperti barang elektronik untuk ekspor.

2. Sensitivitas Suhu

Label kertas berlapis (coated atau semicoated) kurang terpengaruh suhu, berbeda dengan kertas thermal yang sensitif terhadap suhu. Jika suhu melebihi 30°C, cetakan pada label thermal mudah memudar. Hal ini terjadi karena lapisan kimia pada permukaan kertas thermal bereaksi pada suhu tinggi yang menyebabkan teks mudah menghilang.

Sementara itu kertas berlapis tidak memiliki lapisan kimia ini. Oleh karena itu, ia lebih tahan terhadap perubahan suhu di sekitarnya. Jika label Anda nantinya akan terkena fluktuasi suhu yang signifikan, kertas berlapis adalah yang terbaik.

Perbedaan Utama Label Thermal dan Label Kertas Berlapis

3. Metode Cetak

Perbedaan utama lainnya yaitu terletak pada cara gambar atau teks muncul di permukaan label. Pada label thermal, mekanisme cetaknya menggunakan teknologi direct thermal. Kertas ini memiliki lapisan kimia khusus yang sensitif terhadap panas. Printer thermal akan memansakan area tertentu untuk memicu reaksi kimia yang menghasilkan warna hitam. Label ini tidak perlu tinta, toner, atau ribbon. 

Sedangkan label kertas berlapis menggunakan teknologi thermal transfer. Sehingga printer masih memerlukan ribbon (pita karbon) sebagai perantara. Panas dari print head akan melelehkan tinta pada ribbon dan mentransfernya ke atas permukaan kertas berlapis.

4. Biaya Pencetakan

Ini adalah perbedaan yang paling jelas. Label kertas berlapis memerlukan pita untuk dicetak yang menambah biaya. Sementara kertas thermal tidak memerlukan pita. Anda dapat mencetaknya secara langsung. Penggunaan label kertas berlapis memerlukan biaya tambahan untuk membeli pita. Sedangkan kertas thermal tidak, sehingga menjadikannya pilihan yang berpotensi lebih hemat biaya untuk beberapa aplikasi.

Solusi kertas terpercaya untuk anda

Alamat